Waspadai Penyebab Penyakit Batu Ginjal Ini!

Batu ginjal atau biasa disebut penyakit kencing batu adalah endapan keras yang terbentuk di ginjal dari zat yang ada di kencing. Prosesnya disebut nephrolithiasis. Batu ginjal biasanya berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn.

Batu ginjal umum terjadi. Ia biasanya menjangkiti pasien berusia di atas 40 tahun. Batu ginjal bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor yang berisiko untuk kesehatan kita.

Dalam mendiagnosis batu ginjal, biasanya pertama-tama dokter akan menanyakan pada pasien mengenai seputar gejala-gejala yang telah dialami. Dokter juga bisa menanyakan apakah pasien pernah menderita batu ginjal sebelumnya, memiliki riwayat keluarga berpenyakit sama, atau apakah pasien sering mengonsumsi makanan atau suplemen yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Setelah keterangan dikumpulkan, dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk memperkuat bukti. Tes-tes tersebut bisa berupa pemeriksaan urine, pemeriksaan darah, dan pemindaian (misalnya USG, rontgen, CT scan, dan intravenous urogram/IVU).

Penyebab Penyakit Batu Ginjal

Batu ginjal sering tidak terdefinisikan dengan satu penyebab. Beberapa faktor yang sering berkombinasi, membuat kondisi dimana seseorang rentan mengalami batu ginjal.

Batu ginjal terbentuk ketika komponen urin –cairan dan berbagai mineral dan asam- hilang keseimbangan. Ketika hal ini terjadi, urin anda terdapat lebih banyak zat yang mengkristal, seperti kalsium, oxalate dan uric acid, daripada cairan.

Pada saat yang sama, pada urin anda terdapat zat yang mengkristal dan menggumpal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini membuat kondisi dimana batu ginjal lebih mungkin terbentuk.

Faktor Risiko Penyakit Ginjal

Faktor risiko yang dapat meningkatkan batu ginjal terjadi antara lain:

• Memiliki seseorang dalam keluarga dengan kasus batu ginjal.
• Makanan tertentu yang tinggi protein, tinggi sodium dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal.
• Obestitas.
• Mereka yang berusia 40 tahun keatas, meskipun batu ginjal dapat terjadi pada usia berapapun.
• Laki-laki lebih cenderung mengalami batu ginjal.
• Dehidrasi.
• Memiliki penyakit atau operasi pada saluran pencernaan.
• Kondisi medis lain, antara lain renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism dan infeksi saluran urin tertentu.

Selain faktor makanan dan kondisi kesehatan yang mendasari, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu terjadinya penyakit batu ginjal, di antaranya:

• Kurang minum air putih.
• Mengalami obesitas.
• Mengonsumsi obat-obatan, misalnya diuretik, aspirin, antibiotik, antasid, serta beberapa obat antiepilepsi dan antiretroviral.
• Riwayat kesehatan keluarga.
• Efek samping operasi terhadap organ pencernaan.

Jika Anda sudah pernah menderita batu ginjal, maka Anda berpeluang untuk kembali terkena kondisi yang sama. Berikut adalah faktor pemicu kambuhnya batu ginjal:

• Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan terlalu sedikit mengonsumsi makanan berserat.
• Memiliki riwayat keluarga berpenyakit batu ginjal.
• Pernah menjalani operasi pada sistem pencernaan.
• Hanya memiliki satu ginjal yang masih berfungsi.
• pernah mengalami beberapa infeksi yang berhubungan dengan ginjal atau sistem saluran kemih.
• Rutin mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium.

Pencegahan Penyakit Batu Ginjal

Cara mencegah batu ginjal sebenarnya cukup sederhana. Anda hanya perlu minum cukup air putih tiap hari dan membatasi konsumsi makanan, minuman, atau suplemen yang mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal, seperti zat oksalat, suplemen kalsium, dan protein hewani.

Selain dengan minum cukup air dan membatasi asupan zat-zat tertentu, pencegahan batu ginjal juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Biasanya langkah ini dianjurkan untuk mencegah kambuh bagi mereka yang sebelumnya pernah menderita batu ginjal.